Berita arus balik mudik hari ini, sampai kapan titik penyekatan arus balik

Di Ibukota, Ada Dua Tingkat Pengawasan

Pemerintah prihatin dengan virus corona yang ditularkan oleh para pelancong yang baru kembali dari wilayah Sumatera.

  • Dengan bantuan TNI dan Polri, Pemprov DKI akan mengawasi pemudik yang kembali ke Jakarta.
  • Kantor Kesehatan akan menguji para pelancong yang kembali ke Ibu Kota untuk antigen.
  • Pasca lebaran, jumlah kasus positif Covid-19 diperkirakan akan meningkat.

Pemerintah DKI Jakarta saat ini tengah mempersiapkan langkah teknis untuk meminimalisir penularan Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19) pasca mudik Lebaran. Isnawa Adji, Plt Walikota Jakarta Selatan, mengatakan akan memberlakukan dua lapis pengetatan bagi pemudik yang pulang dari kampung halaman.

Isnawa mengatakan, polisi dan TNI bekerja sama dalam pengetatan pengawasan (TNI). Kedua institusi ini akan menjaga pintu masuk Ibu Kota. Setelah lolos pemeriksaan TNI dan Polri, “Pemudik yang kembali ke Jakarta akan menjalani tes usap jika tidak bisa menunjukkan hasil negatif Covid-19,” ujarnya di kantornya kemarin.

Sesuai arahan pemerintah pusat, satuan tugas (satgas) yang bertanggung jawab atas pengelolaan Covid-19 di masing-masing daerah harus memastikan setiap homecomer yang baru datang menjalani pemeriksaan. Dinas Kesehatan Jakarta Selatan telah menetapkan area isolasi bagi pelancong yang dinyatakan positif Covid-19.

Muhammad Helmi, Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, mengatakan pelancong yang kembali akan menjalani tes usap di setiap titik kedatangan. Orang yang dites positif Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala tertentu akan ditawari pilihan untuk mengisolasi diri di rumah. Jika ini tidak dapat dilakukan, dia akan ditempatkan di Wisma Atlet Kemayoran atau Hotel Kaisar. “Sementara yang menunjukkan gejala langsung dibawa ke RS rujukan,” jelas Helmi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Inspektur Jenderal Polda Metro Jaya Fadil Imran (kanan), dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kiri), usai rapat koordinasi persiapan pemulangan Lebaran 2021 di Kota DKI Jakarta Hall pada 14 Mei 2021.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Inspektur Jenderal Polda Metro Jaya Fadil Imran (kanan), dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kiri), usai rapat koordinasi persiapan pemulangan Lebaran 2021 di Kota DKI Jakarta Hall pada 14 Mei 2021.

Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, sebelumnya mengomunikasikan strategi pemerintah daerah menangani arus balik pemudik guna mencegah penyebaran wabah. Pada akhir Mei, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat untuk melakukan pengetatan dua lapis. Pemerintah daerah dengan bantuan Polri dan TNI akan melakukan uji usap antigen secara acak terhadap komuter yang menggunakan kendaraan pribadi, angkutan umum, kereta api, kapal, dan pesawat.

Menurut Anies, Satgas Covid-19 di tingkat desa akan mendata seluruh warga yang baru pulang dari kampung halaman. Jika diketahui warga belum melakukan tes, petugas akan segera melakukan tes usap antigen.

Selain itu, Satgas Covid-19 nasional telah memetakan potensi penularan virus corona pasca Lebaran. Menurut juru bicara Satgas, Wiku Adisasmito, pemerintah prihatin dengan virus yang ditularkan oleh pemudik dari wilayah Sumatera yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Hal tersebut sesuai data pengelolaan Covid-19 yang menunjukkan jumlah kasus positif baru dan aktif di Pulau Jawa mengalami penurunan hingga 11,06 persen. Namun kasus baru dan aktif meningkat 27,22 persen di pulau Sumatera, Indonesia. “Di Provinsi Lampung kita bentuk satgas khusus,” jelas Wiku.

Rudy Heriyanto Adi Nugroho, Kepala Inspektur Jenderal Polda Banten, mengatakan akan memperketat pemeriksaan arus balik di 24 posko isolasi hingga 16 Mei. Selain itu, ia menyatakan polisi bekerja sama dengan pemerintah Banten akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh warga yang memiliki baru saja kembali dari kampung halaman.

Tri Yunis Miko Wahyono, ahli epidemiologi Universitas Indonesia, memprediksi jumlah kasus positif Covid-19 akan meningkat pasca Lebaran. Selain mobilitas warga yang meningkat, dia meyakini peningkatan jumlah kasus tersebut dipengaruhi oleh masuknya varian baru Covid-19 dari India, Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. “Risiko penyebaran virus semakin meningkat. Apalagi jika mengabaikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Tri meragukan data pemerintah yang menunjukkan bahwa tingkat penularan wabah Covid-19 di ibu kota telah miring. Reservasi ini didasarkan pada volume pengujian yang rendah dari Dinas Kesehatan DKI. “Memang jumlah transmisinya sudah diubah. Ini tinggal menunggu waktu saja,” kata Tri.

Tags