Pelajar di Bekasi nekad jadi begal dan sudah tiga kali beraksi

Membeli barang yang diinginkan adalah harapan semua orang.

Namun, untuk membeli barang-barang ini, tenaga atau uang legal harus digunakan.

Berbeda dengan yang dilakukan siswa berusia 14 tahun di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ia nekat menjadi anggota kelompok pengemis demi bisa membeli jaket impiannya.

Beginilah MGH diberikan, meskipun faktanya salah.

Hingga akhirnya ditangkap sekelompok polisi di Kampung Rancamalaka RT 001 / RW 006, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat melakukan aksi terhadap seorang pengendara sepeda motor.

Saat tiga orang temannya kabur dan saat ini sedang dicari polisi, MGH mengaku kepada penyidik ​​Polres Cikarang Timur bahwa dia melakukan pencurian atau perampokan sebanyak tiga kali.

Ia mengaku menjadi anggota geng untuk membeli jaket impiannya.

MGH menerima sebagian dari hasil penjualan jarahan atau barang curian di kisaran Rp. 200 ribu sampai dengan Rp. 300 ribu.

MGH adalah satu dari empat preman yang ditangkap, menurut Kapolsek Cikarang Timur Kompol Sugimin.

Seorang pelajar berinisial MGH (14) tertangkap polisi karena melakukan aksi pembegalan di Kampung Rancamalaka RT 001/RW 006, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Seorang pelajar berinisial MGH (14) tertangkap polisi karena melakukan aksi pembegalan di Kampung Rancamalaka RT 001/RW 006, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tiga aktor lainnya diidentifikasi dengan inisial R, alias K (16), G (17), dan A (18). (17).

“Kami tangkap satu pelaku di bawah umur untuk dijarah; tiga lainnya masih DPO,” kata Sugimin kepada awak media, Jumat (7/8/2020) saat mengungkap kasus tersebut.

MGH dan antek-anteknya melakukan aksi dengan meremas dan merampas sepeda motor korban. Mereka juga mengancam korban dengan sabit saat sedang beraksi.

Menurut keterangan MGH, ia dan tiga rekannya kerap tersandung. MGH mengaku berpartisipasi dalam kejahatan jalanan sebanyak tiga kali.

Belum lama ini, Minggu (26/7), perampokan terjadi di Kampung Rancamalaka RT 001 / RW 006, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur.

Korban, Budi Setiadi, saat itu sedang melintas di lokasi kejadian. Korban kemudian diancam dengan senjata jenis sabit tajam agar sepeda motornya diserahkan oleh tersangka.

“Kami segera menyelidiki laporan korban dan menangkap salah satunya yang berinisial MGH, pelaku masih di bawah umur dan pelajar SMP,” lanjutnya.

Bersama tersangka, petugas menyita barang bukti berupa dua buah sepeda motor, satu milik korban dan satu lagi milik pelaku.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara berdasarkan Pasal 368 ayat 363 jo 56 KUHP.

“Tentunya karena kami masih di bawah umur, kami akan menangani peradilan anak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.