Kementerian Pertanian Mengalokasikan Rp. 1,2 Miliar Bangun Jalan Petani di Butur

Hasil perkebunan melimpah di Kabupaten Buton Utara (Butur). Pengembangan akses jalan usaha pertanian (JUT) terus dioptimalkan untuk memudahkan petani dalam memobilisasi produknya untuk pemasaran di kawasan yang dijuluki Lipu Tinadeakono Sara. Dinas Pertanian Buton Utara (Butur) akan mendapat anggaran Rp 1,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) tahun depan untuk perluasan ruas JUT di Desa Eelhaji dan Tomoahi Kecamatan Kulisusu.

“Pada 2021, Kementerian Pertanian mengalokasikan dana Rp 1,2 miliar untuk pembangunan jalan pertanian,” kata Sahrun Akri, Kepala Dinas Pertanian Butur, Minggu (27/12). Ia menjelaskan, metode bercocok tanam akan dilaksanakan melalui sistem padat karya yang melibatkan anggota kelompok tani yang terdaftar dalam sistem informasi penyuluhan pertanian (Simluhtan). “Di Desa Eelhaji dibangun dua jalan pertanian dengan biaya Rp 900 juta dan di Tomoahi dengan biaya Rp 300 juta,” jelas Sahrun Akri.

Menurut mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Butur itu, JUT bekerja membangun atau memperbaiki jalan dengan biaya standar sesuai regulasi yang meliputi areal budidaya tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura. “Setelah jalan pertanian ini selesai, akan memudahkan pengangkutan hasil budidaya petani untuk dipasarkan di desa atau kota,” jelasnya.

Lahan yang ditetapkan sebagai lokasi potensial harus memenuhi persyaratan non konversi, yang meliputi surat pernyataan, status lahan jelas, dan ketersediaan petani penerima manfaat sesuai kriteria yang telah ditentukan. “Setiap petani atau kelompok tani harus mau mandiri memelihara jalan pertanian, dan bangunan JUT harus memenuhi spesifikasi standar, diantaranya lebar jalan minimal 2 meter agar bisa dilalui kendaraan roda tiga,” jelasnya.