Paman Tega Cabuli Keponakan Berumur 11 Tahun hingga Hamil

Pencabulan pada anak di bawah umur terjadi kembali ditemukan, kali ini di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pelaku, N (37) menyetubuhi keponakannya yang masih berumur 11 tahun.

Dikabarkan, melakukan bejatnya aksi keponakan hamil dan melahirkan.

Hal tersebut dibenarkan secara lisan oleh Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, dan AKP Siswo DC Tarigan di Mapolres setempat.

“Saat itu, pelaku melakukan perbuatan di rumah nenek korban selama masa sepi,” demikian PikiranRakyat-Depok.com dari RRI.

Cara yang dilakukan para pelaku, menurut Kapolres, adalah membuat korban dengan cara mengeluarkan uang dalam jumlah besar, jika kemauannya benar.

Korban yang tak berdaya ini menurut semua kemauan pelaku akhirnya.

"Pelaku membujuk dan merayu korban dengan memberikan sejumlah uang untuk disetubuhi dan dicabuli oleh pelaku," kata Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan, bahwa peristiwa ini terjadi saat sang ibu membuncit perubahan pada bentuk tubuh anaknya. Belakangan tahun itu, sekitar bulan Juni 2020, ibu korban membawa anak ke bidan.

"Hasil pemeriksaan bidan menunjukkan korban saat bersih 6 bulan," tuturnya.

Menyanyikan peristiwa peristiwa peristiwa yang anak anak ke pihak yang berwajib dalam keadaan anak dalam keadaan hamil, lanjut dia.

Namun, polisi baru akan menangkap setelah bayi lahir dalam kandungan korban pada bulan September 2020 kemarin.

Karena sang korban sempat menyebut dua nama pelaku, DNA harus dikumpulkan secepatnya di Puslabkes Mabes Polri Jakarta, ”imbuhnya.

Pihak kepolisian juga menemukan DNA anak yang berbeda dengan N, yang adalah tersangka saat ini.

“Dapatkan hasil riksa DNA dari Puslabkes Mabes Polri, bayi korban telepon dengan DNA tersangka N,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, sekitar pukul 18.30 WIB pada tanggal 17 Oktober 2020, unit PPA dipimpin KBO reskrim / Kanit PPA melakukan penangkapan saudara N di rumah.

"Pelaku bersama dengan UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kepada UU nomor 23 Pasal 81,82 tentang pencabulan percobaan anak dibawah umur dengan ancaman juga maksimal 15 tahun penjara," terangnya.

Tags