Puluhan Warga Purwakarta Berhasil Menyelesaikan ODP

Menurut Satgas Percepatan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, hingga 12 warga telah menyelesaikan masa pemantauan atau tidak lagi diklasifikasikan sebagai Orang Dalam Pemantauan hingga pukul 12.00 WIB pada Minggu 3 Mei 2020. (ODP).

Juru bicara Satgas Covid-19 Purwakarta, Dr. Deni Darmawan, dalam keterangannya mengatakan, 146 orang dengan status ODP berada di Purwakarta, turun dari sebelumnya 158 orang.

Dia juga mencatat penambahan warga yang tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG), yang awalnya meningkat dari 5 menjadi 69 orang.

"Di Purwakarta, 15 pasien sudah dipastikan positif dan masih mendapat pengobatan. Sedangkan 19 PDP masih ada," kata Deni dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5/2020).

Selain itu, Satgas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersikap tenang dan optimis dalam menghadapi wabah Covid-19.

Puluhan Warga Purwakarta Berhasil Menyelesaikan ODP

Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus melakukan langkah proaktif melalui satuan tugas Covid-19, termasuk Dinas Kesehatan melakukan rapid test dan penelusuran bagi mereka yang berhubungan dekat dengan pasien dalam pengawasan.

Sementara itu, di bidang pencegahan daerah, Satpol PP dan Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya telah melakukan penertiban di sejumlah ruas jalan, antara lain Jalan Veteran, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Ipik Gandamanah.

Sementara itu, PSBB parsial akan diberlakukan minggu depan, pada 6 Mei 2020.

Menurut Dr. Deni, PSBB telah membatasi segala bentuk kegiatan masyarakat di Kabupaten Purwakarta. Kegiatan berikut dibatasi di Kabupaten Purwakarta selama PSBB: pertama, moda transportasi dibatasi; kedua, aktivitas di tempat umum dibatasi; ketiga, aktivitas sosial budaya dibatasi; keempat, kegiatan belajar di sekolah (lembaga pendidikan) dibatasi; kelima, aktivitas kerja di tempat kerja dibatasi; dan keenam, aktivitas keagamaan dibatasi.

“Kami juga mendorong warga untuk terus mengikuti anjuran pemerintah, khususnya segregasi fisik dan sosial, guna menghindari penyebaran Covid-19,” imbuh Deni Darmawan.