Saat usulan BLT ditolak, Kepala Desa Gresik berang dan melepas seragam resminya

Warga Desa Gredek, Kecamatan Sitsampean, Gresik, Jawa Timur (Jatim) berdemonstrasi menentang kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Jaring Pengaman Sosial (JPS). Sebagai bentuk protes, Kepala Desa Muhammad Bahrul Ghofar melepas pakaian dalam di depan aparat kelurahan.

Ghofar berang karena kecamatan tidak menyetujui usulan penerima BLT JPS. Memang, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah sudah memverifikasi identitas calon penerima (Bappeda).

"Saya harus memperjuangkan hak-hak masyarakat saya. Saya siap mundur demi rakyat. Tak ada gunanya menjadi kepala desa (Kades) jika saya tidak mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat," kata Ghofar sambil melemparkan seragamnya ke tanah.

Ghofar menyatakan bahwa semua nama calon penerima manfaat telah diverifikasi. Mereka menjadi miskin dan terserang corona (Covid-19), sehingga memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan. Memang tidak semua nama yang diajukan diterima.

“Pengajuannya dikembalikan empat kali, yang paling akhir saat proses penjodohan. Seharusnya dimasukkan dengan data desa lainnya di SK. Bahkan camat tidak disetujui karena alasan yang tidak diketahui,” ujarnya.

Menurut Ghofar, Bappeda telah menerima 153 KK (Kepala Keluarga) dari calon penerima bantuan JPS dari Desa Gredek. Sedangkan kategori layak dan 28 keluarga tidak layak.

Sayangnya, Camat Sampeyan Suropadi tidak hadir dalam aksi tersebut. Suropadi tetap tersembunyi sampai aksinya selesai, kecuali untuk beberapa perangkat. Meskipun demikian, mereka tetap diam, tidak mengetahui alasan penolakan nama yang diusulkan tersebut.