Kekurangan Pasokan semikonduktor Cina dan Taiwan menghambat produksi mobil

Pasokan semikonduktor menurun akibat gangguan produksi di China dan Taiwan. Banyak pabrikan mobil terpaksa mengurangi produksi secara signifikan.

  • Produksi mobil terhambat oleh persediaan semikonduktor yang menipis.
  • Pasokan semikonduktor telah menurun sebagai akibat dari produksi di Taiwan dan Cina.
  • Karena adanya pembatasan karyawan, sulit bagi pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi mobil.

Sejak Maret, kenaikan penjualan mobil yang dipicu pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM) tidak dibarengi dengan kelancaran produksi. Jongkie Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengatakan produksi mobil dirugikan akibat semakin langka pasokan semikonduktor, salah satu komponen kendaraan.

Secara global, kata Jongkie, terjadi kekurangan pasokan semikonduktor. Keadaan ini memaksa produsen untuk bersaing memperebutkan pasokan komponen tersebut guna memenuhi target produksi. “Penjualan April sedikit terpengaruh kendala bahan baku produsen,” ujarnya kepada Tempo, Rabu pekan lalu. Akibatnya, Jongkie menegaskan, sejumlah agen pemegang merek (APM) tak bisa memenuhi permintaan kendaraan.

Sejak awal 2021, krisis semikonduktor untuk kendaraan telah terjadi. Banyak pabrikan telah melaporkan kekurangan komponen ini, memaksa mereka untuk mengurangi produksi secara signifikan. Honda Motor Corp memangkas target penjualan kendaraannya sebesar 2,2 persen menjadi 4,5 juta unit pada Februari. Sedangkan Nissan Motor Corp menurunkan target produksinya sebesar 3,6% menjadi 4,01 juta unit. Krisis meningkat pada bulan April, ketika Hyundai Motors dari Korea Selatan menghentikan produksi di pabriknya di Seoul. Mitsubishi Motors Corp. memangkas 7.500 kendaraan dari produksi di pabriknya di Jepang dan Thailand.

Angka produksi Indonesia mulai menurun pada Maret-April. Menurut data Gaikindo, produksi turun dari 102.637 menjadi 90.618 unit pada Maret-April. Sementara penjualan mobil terus berfluktuasi. Pada Maret-April, penjualan kendaraan retail atau dealer-to-consumer meningkat dari 77.515 menjadi 79.499 unit. Namun karena penurunan angka produksi, penjualan grosir atau pabrik ke dealer turun dari 84.915 menjadi 78.908 unit.

Sejumlah kendaraan Honda selama persiapan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada 14 April 2021.
Sejumlah kendaraan Honda selama persiapan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada 14 April 2021.

Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gaikindo, menyatakan semikonduktor sangat penting bagi industri otomotif karena merupakan komponen komputer dan sistem kelistrikan pada mobil. Menurut dia, pasokan semikonduktor menipis akibat gangguan di sejumlah pabrik di Taiwan dan China akibat Covid-19. “Sekarang mereka berupaya mendongkrak angka produksi sekali lagi,” jelasnya.

Selain komponen yang terbatas, Kukuh menuturkan penurunan produksi terjadi karena pengelola pabrik diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Setelah setahun mengalami penurunan penjualan dan produksi, pabrikan kendaraan tidak dapat segera melanjutkan operasi normal. “Dalam kondisi normal, produksi tiga shift menurun atau berhenti sama sekali tahun lalu. Menarik tambahan tenaga kerja juga butuh waktu, misalnya karena harus lulus tes Covid-19, ” tandasnya.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap penurunan produksi kendaraan adalah kurangnya ruang peti kemas, yang menghambat distribusi bahan baku dan berbagai komponen. Hal tersebut, menurut Kukuh, berkontribusi pada kenaikan biaya logistik. “Pabrik juga harus menunggu ketersediaan peti kemas yang menyebabkan keterlambatan,” jelasnya.

Bob Azam, Director of Administration, Corporation, and External Relation PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mengakui kelangkaan komponen semikonduktor berdampak pada aktivitas produksi. Menurut dia, menambah kapasitas produksi pabrik dalam waktu singkat juga sulit karena pabrik harus mematuhi protokol kesehatan yang membatasi jumlah karyawan. “Sementara pasokan lokal beroperasi normal, kuota tidak bisa begitu saja ditambah,” jelasnya.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales and Marketing Director PT Honda Prospect Motor, menyatakan terbatasnya pasokan komponen tidak berpengaruh pada angka produksi mobil selama ini. Dia mengaitkan penurunan angka produksi dengan perbedaan jumlah hari kerja antara Maret dan April. “Kami akan terus pantau perkembangannya, karena bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.