Kerugian Signifikan bagi Produsen Mobil karena Komponen Langka

Gaikindo menyatakan, produsen komponen semikonduktor sudah mulai menggenjot produksi. Namun, meningkatkan kapasitas produksi dalam waktu singkat bukanlah hal yang mudah bagi pabrik.

Akibat kekurangan semikonduktor, pabrikan mobil mengalami kerugian sebesar Rp 1.563,5 triliun.
Produksi mobil diperkirakan turun menjadi 3,9 juta unit tahun ini dari 3,9 juta tahun lalu.
Produsen komponen lokal meningkatkan pasokan mereka ke pabrik mobil.

Kekurangan pasokan semikonduktor mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi pembuat mobil. AlixPartners, perusahaan konsultan yang berbasis di New York, memperkirakan produsen mobil bisa merugi hingga US $ 110 miliar (sekitar Rp 1.563,5 triliun). Angka ini lebih tinggi dari perkiraan AlixPartners pada Februari yang sebesar US $ 60,6 miliar. “Tidak ada tambahan kapasitas atau persediaan,” kata Managing Director AlixPartners Dan Hearsch kemarin, seperti dikutip Detroit News.

Sejak awal 2021, produsen kendaraan tidak dapat memperoleh pasokan semikonduktor yang cukup, memaksa mereka untuk mengurangi jumlah produksi. Honda Motor Corp memangkas target penjualan kendaraannya sebesar 2,2 persen menjadi 4,5 juta unit pada Februari. Mitsubishi Motors Corp juga memangkas 7.500 kendaraan dari produksi di pabriknya di Jepang dan Thailand.

Sementara itu, Hyundai Motors dari Korea Selatan telah menghentikan produksi di pabriknya di Seoul sejak April. Terlepas dari pandemi Covid-19, Wakefield mengutip sejumlah alasan lain untuk kekurangan semikonduktor, termasuk kebakaran di pabrik chip Renesas di Tokyo dan masalah cuaca di Taiwan.

Pada 18 April 2021, pengunjung melihat kendaraan yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta.
Pada 18 April 2021, pengunjung melihat kendaraan yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta.

Menurut AlixPartners, pabrikan akan memangkas produksi hingga 3,9 juta kendaraan tahun ini. Situasi ini muncul sebagai akibat dari ketidakmampuan pabrikan untuk memenuhi permintaan microchip, yang dapat berjumlah 1.400 buah untuk satu kendaraan. Hearsch memperkirakan bahwa masalah tersebut akan berdampak terbesar hingga kuartal kedua 2021, sebelum secara bertahap pulih pada paruh kedua 2021 dan awal 2022. Untuk meningkatkan produksi, produsen semikonduktor besar seperti Bosch dan Continental AG akan memanfaatkan produk yang diproduksi oleh produsen yang lebih kecil. seperti Renesas atau NXP Semiconductors.

Di Indonesia, produsen kendaraan mulai merasakan dampak kelangkaan semikonduktor. Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menyatakan kelangkaan komponen semikonduktor berdampak pada aktivitas produksi. Menurutnya, pabrik tidak bisa dengan mudah meningkatkan kapasitas produksi dalam waktu singkat. Jongkie Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menyatakan produsen bisa mendapatkan keuntungan dari komponen yang diproduksi di dalam negeri karena pasokannya tidak terganggu. “Produsen komponen lokal kini tengah menggenjot pasokan ke pabrik,” jelasnya.

Ketika pasar kendaraan menjadi bergairah, ancaman penurunan produksi muncul. Menurut data Gaikindo, penjualan retail (dari dealer ke konsumen) meningkat dari 77.515 unit menjadi 79.499 unit pada Maret-April. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan ritel pada Maret-April 2020 yang turun dari 60.440 menjadi 24.275 unit. Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gaikindo, mengatakan pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM) yang berlaku sejak Maret menjadi motor pendorong penjualan dalam dua bulan terakhir. Diskon PPNBM dilakukan bertahap, dengan penerapan 100% dari Maret sampai Mei, 50% berlaku dari Juni sampai Agustus, dan 25% berlaku dari Oktober sampai Desember. “Sejalan dengan membaiknya perekonomian, angka penjualan seharusnya kembali normal,” jelas Kukuh.

Selain itu, penjualan beberapa merek mobil milik PT Astra International Tbk mulai stabil. Penjualan grosir Astra mencapai 41.676 kendaraan, merupakan 53% dari total pasar kendaraan roda empat. Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra International, mengatakan tren penjualan perseroan sudah mulai mirip dengan sebelum pandemi Covid-19. “Saya berharap ini terus berlanjut hingga akhir tahun,” imbuhnya.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales and Marketing Director PT Honda Prospect Motor, menyatakan akan memperbarui sejumlah model kendaraan untuk meningkatkan penjualan mobil.

Tags