oleh

Khawatir Jadi Polemik, Kades Tanjungsari Barat Pertanyakan List Banprov

WARTA SUBANG – Dikhawatirkan akan menjadi polemik di masyarakat, Kades Tanjungsari Barat Jaenal Mutakim mempertanyakan list Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat. “Dengan bantuan ini, saya berharap mendapatkan list Banprov dari kantor pos,” ucapnya kepada Warta Kami di kantornya, Kamis (30/04/20).

Jaenal berharap bahwa list Banprov itu segera ia terima sebagai bahan verifikasi di lapangan, pasalnya dari pengajuan pihak Desa Tanjungsari Barat sebanyak 780 Kartu Keluarga (KK), bantuan yang diperoleh hanya 48 penerima manfaat.

“Data yang saya ajukan sebanyak 780 KK, tetapi warga yang mendapatkan bantuan hanya 48 keluarga, hal inilah yang harus kita verifikasi, untuk menetapkan skala prioritas bantuan,” lanjutnya.

Selain itu Jaenal mempertanyakan kewenangan pihak desa untuk mengambil tindakan agar menetapkan skala proritas bantuan. “Jangan sampai ada tumpang tindih bantuan dan benar-benar disalurkan sesuai dengan skala prioritas, hal itu untuk mencegah polemik di masyarakat ketika Banprov turun sangat jauh dari data pengajuan,” ucapnya.

Baca Juga:

Banprov Tidak Sesuai Pengajuan, Lurah Cigadung Berharap Dicover Pemda

Pencairan BLT Dimungkinkan Bersamaan Dengan Banprov

Pihak Desa Tansungsari Barat terus berupaya agar masyarakat terdampak Covid-19 mendapatkan bantuan, salah satunya melalui BLT dari Dana Desa sebesar 25% atau sekitar Rp250.000.000,00 (Dua ratus lima puluh juga rupiah). “Pengajuan 780 KK, sementara direalisasikan 48, itu kurang dari 10%. Masih ada 90% lagi warga atau sekitar 650 KK akan mendapatkan bantuan dari BLT melalui Dana Desa.”

Jaenal harus berpikir keras, pasalnya dari Dana Desa yang akan direalisikan pun masih jauh untuk men-cover warga terdampak Covid-19, dia mengasumsikan, jika 250.000.000 dibagi dengan 650 KK, maka setiap KK akan mendapatkan Ro380.000, itu pun harus dbagi 3 bulan, hal itu berarti setiap bulan, dana yang diterima warga terdamapk Covid-19 hanya Rp120.000, masih jauh dari standar.

“Jika mengikuti standar BLT, maka 250 juta itu dibagi 1,8 juta agar setiap bulan, selama tiga bulan warga mendapatkan BLT sebesar 600 ribu, itu pun hanya men-cover 138 penerima manfaat,” pungkasnya.

Penulis: Sukandi

Komentar

Berita Terkait