oleh

Korupsi Rutilahu, Seorang Pendamping Ditetapkan Tersangka

WARTA BEKASI – Seorang Pendamping Kegiatan Program Rumah Layak Huni (Rutilahu) berinisial SS (54) kini ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Unit Satuan Kriminal Khusus Sat Reksrim Polres Metro Bekasi, akibat ulah tersangka negara dirugikan mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah berkas penyelidikan dinyatakan sudah lengkap atau P21 oleh petugas, berkas pelaku langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cikarang, Bekasi.

Terungkapnya dugaan perkara tindak pidana korupsi ini setelah petugas Unit Krimsus Sat Reskrim Polres Metro Bekasi melakukan penyelidikan adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh pelaku. Dari pemeriksaan terhadap 25 bangunan dan penghitungan upah tukang oleh Tim Penilai Jasa Kontruksi dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, pembangunan Rutilahu menghabiskan anggaran hanya Rp179.977.767,96. Sementara total bantuan sosial yang seharusnya diberikan kepada 25 orang penerima bantuan sebesar Rp375.000.000, terdapat selisih sebesar Rp195.022.232,04 yang diduga untuk kepentingan pribadinya.

Dalam perkara korupsi ini SS dijerat Pasal 2 & Pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Setelah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, kemudian oleh Subnit Tipidkor Unit Krimsus Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Tersangka dan Barang bukti dilimpahkan ke Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

Penulis: Saeful

Komentar

Berita Terkait