Tim Gabungan Ops White Corn 2020 Berhasil Mengamankan Narkotika Sabu 200 Kg

Bea dan Cukai bekerja sama dengan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri), kembali menggagalkan penyelundupan 200 kg karung jagung impor berbahan sabu ke Indonesia melalui transit.

Barang tersebut dikemas dalam karung hijau dan berisi jagung impor; Berdasarkan informasi tersebut, Tim Ditresnarkoba Polda Babel memeriksa beberapa karung tersebut. Tim Ditresnarkoba menemukan 8 kilogram narkotika jenis sabu dalam 73 karung.

Tim Gabungan Ops White Corn 2020 Berhasil Mengamankan Narkotika Sabu 200 Kg

Berdasarkan penelusuran jasa pengiriman, dalam beberapa hari terakhir, 287 karung yang sama dikirim ke gudang di kawasan TMII, Jakarta Utara. Selain informasi tersebut, Tim Ditresnarkoba mengetahui adanya seseorang yang akan mengawasi pengiriman dan penerimaan barang di Jakarta. Selain itu, ditemukan 400 karung barang impor selama pemeriksaan dokumen pengapalan.

Untuk melanjutkan pembangunan, Ditresnarkoba Polda Babel melapor ke Bareskrim Polri, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba), meminta bantuan teknis guna melakukan terkontrol pengiriman 73 karung ke Jakarta.

Tim Gabungan Ops White Corn 2020 Berhasil Mengamankan Narkotika Sabu 200 Kg

Atas dasar informasi tersebut, Dirtipidnarkoba, Bareskrim Polri, menetapkan perlu dilakukan Joint Ops dengan kode nama “White Corn 2020.”

Dengan menyamar, tim gabungan berhasil menangkap empat pelaku, yakni seorang perempuan asal Jakarta dan tiga laki-laki asal Batam berinisial S, D, dan A. Meski demikian, salah satu pelaku tetap menjadi DPO berinisial K.

Tim Gabungan Ops White Corn 2020 Berhasil Mengamankan Narkotika Sabu 200 Kg

Bersama pelaku, tim gabungan menyita 200 kilogram narkotika berupa sabu yang disembunyikan dalam karung berisi 423 karung jagung, serta satu unit mobil Daihatsu Grandmax dengan Pol No. D-1321-AAS warna silver, di dalamnya adalah pendeteksi logam merk Garret yang digunakan untuk mendeteksi karung yang berisi sabu-sabu.

Pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) JO dan pasal 132 (1) UU Narkotika Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.