Desa Sungai Melawen di Kalteng Ini Sediakan Wifi Gratis untuk Daring

Prihatin dengan kondisi warganya, Pemerintah Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menyediakan fasilitas wifi gratis bagi siswa untuk belajar daring.

Kepala Desa Melawen Muhammad Andik mengatakan, wifi untuk belajar daring siswa di desanya telah digratiskan sejak Tahun Ajaran 2020/2021 dimulai 13 Juli lalu.

“Sebelumnya wifi sudah ada, tapi hanya untuk perangkat desa. Sekarang kami bebaskan untuk para pelajar yang memerlukan,” kata Andik, Minggu (9/8/2020).

Menurut dia, untuk memudahkan para siswa mempergunakan fasilitas wifi tersebut, pihaknya menyediakan beberapa meja dan kursi di pendopo kantor desa.

Desa juga menyiapkan sabun dan air untuk cuci tangan.

Penyediaan fasilitas akses internet gratis di kantor desa diharapkan meringankan beban para orangtua di Desa Melawen menghadapi pembelajaran daring bagi anak-anak mereka di masa pandemi ini.

“Warga desa kami belum bisa pasang langsung dari provider. Belum ada sambungan. Makanya desa sediakan. Kan tinggal membuka akses saja, tidak perlu menambah bandwith. Akses internetnya kami tembakkan dari kantor kecamatan,” terang dia.

Mayoritas pengguna internet gratis adalah siswa jenjang SMP, setelah itu SD, dan selebihnya pelajar SMA.

Internet gratis bisa mulai diakses mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Setelah itu pukul 18.30-24.00 WIB.

“Magrib kami setop agak anak-anak bisa shalat dan mengaji dulu,” ujar Andik.

Kebijakan Pemdes Melawen menyediakan akses wifi gratis untuk para pelajar mendapat apresiasi mulai dari warga hingga guru.

“Kami sangat berterima kasih dan sangat terbantu dengan adanya wifi gratis dari desa. Setidaknya dengan akses gratis ini diharapkan mode pembelajaran daring bisa lebih optimal,” kata Yantrie, salah aeorang guru di SMP 5 Pangkalan Lada.

Hanya, imbuh dia, perlu kerja sama dari pihak desa dan orangtua yang anaknya yang mengakses internet gratis di kantor desa untuk mengingatkan penerapan protokol kesehatan.

“Orangtua agar mengarahkan para siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan physical distancing,” tutup dia.

Desa di Kalimantan Tengah ini menawarkan WiFi gratis untuk siswa yang mengejar pendidikan online.

Prihatin dengan kesejahteraan masyarakatnya, Pemerintah Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, telah menyiapkan wifi gratis untuk digunakan siswa saat belajar online.

Sejak dimulainya Tahun Ajaran 2020/2021 pada 13 Juli lalu, Kepala Desa Melawen Muhammad Andik mengatakan wifi untuk pembelajaran siswa secara online sudah gratis di desanya.

“Wi-Fi dulu bisa diakses, tapi hanya untuk aparat desa. Sekarang kami sediakan untuk siswa yang membutuhkan” Pada Minggu, 8 September 2020, kata Andik.

Menurutnya, pihaknya telah menyediakan beberapa meja dan kursi di pendopo kantor desa untuk memudahkan mahasiswa dalam menggunakan fasilitas wifi tersebut.

Selain itu, desa menyediakan sabun dan air untuk cuci tangan.

Pemberian akses internet gratis di kantor desa diharapkan dapat meringankan beban para orang tua di Desa Melawen yang bergelut dengan pembelajaran online untuk anaknya saat terjadi pandemi.

“Penduduk kami tidak dapat memperoleh instalasi langsung dari penyedia. Saat ini tidak ada hubungan. Karena itulah desa menyediakannya. Tidak perlu menambah bandwidth; yang perlu kami lakukan hanyalah membuka akses. Kabupaten akses internet kantor dimatikan “Dia melanjutkan.

Siswa sekolah menengah pertama merupakan sebagian besar pengguna internet gratis, diikuti oleh siswa sekolah dasar, dan terakhir siswa sekolah menengah atas.

Dari pukul 06.00 sampai 17.00 WIB, ada akses internet gratis.

Setelah itu mulai pukul 18.30 hingga 24.00 WIB.

“Kami berhenti saat magrib agar anak-anak bisa salat dan mengaji dulu,” kata Andik.

Warga dan guru sama-sama memuji kebijakan Pemerintah Desa Melawen yang memberikan akses wifi gratis kepada siswa.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya wifi gratis desa yang sangat membantu kami. Paling tidak diharapkan dengan adanya akses gratis ini, mode pembelajaran online bisa lebih optimal” Yantrie instruktur di SMP 5 Pangkalan Lada, membagikan pemikirannya.

Hanya desa dan orang tua yang anaknya menggunakan internet gratis di kantor desa yang perlu bekerjasama, kata dia, untuk menginformasikan pelaksanaan protokol kesehatan.

Dia menyimpulkan, “Orang tua harus membimbing siswa untuk menjaga protokol kesehatan dan jarak fisik.”

Tags