Mulai 6 Mei, Karawang akan menerapkan PSBB di 18 kecamatan

Pemerintah Kabupaten Karawang (Pemkab) akan mulai menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) pada Rabu (6/5/2020) di 18 kecamatan.

Dalam video conference pada Rabu (29/4/2020), Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Acep Jamhuri menyatakan pelaksanaan PSBB tersebut merupakan arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Penurunan grafik (kasus positif Covid-19) berdampak pada penerapan PSBB. Jadi, kami sependapat dengan arahan Gubernur (Jabar) untuk PSBB,” kata Acep.

Acep mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk persiapan sumber daya manusia (SDM) dan sosialisasi.

Ia menyatakan, awalnya Pemerintah Kabupaten Karawang tidak mengusulkan PSBB, melainkan menggunakan pola PSBB untuk menegakkan disiplin.

Namun, tampaknya Gubernur Jawa Barat menginginkan PSBB karena efektifitasnya.

Minggu ini sosialisasi. Rabu depan (PSBB) akan dimulai di 18 kabupaten terparah yang terdampak, ” katanya.

Bagi para pemudik, Karawang merupakan jalur yang disukai.

Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang, mengatakan PSBB harus dilaksanakan di Karawang karena lokasinya yang dekat dengan Kabupaten Bekasi yang juga menjadi zona merah.

“Intinya, kami setuju dengan penerapan PSBB di Karawang. Angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Karawang hingga saat ini mencapai 53,7 persen dari total kasus,” kata Cellica.

Selain itu, Kabupaten Karawang merupakan jalur yang populer bagi para pelancong. Ada jalur selatan melalui Telukjambe Barat, yang berfungsi sebagai alternatif ke Kalimalang, dan jalur utara melalui Pabayuran, yang menghubungkan ke Tanjungpura.

“Sejak kemarin sudah ada yang tertangkap berkali-kali mampir dan mulai di Karawang. Makanya penting kita menegakkan PSBB,” tandasnya.