oleh

Perkenalkan Sejarah Betawi, Kite Bekasi Kunjungi Saung Ranggon Cikedokan

-Bekasi, Wisata-168 views

WARTA BEKASI – Komunitas Kite Bekasi merupakan kumpulan warga Bekasi dari berbagai kalangan tanpa melihat status sosial masyarakat. Dalam aktifitasnya, Kite Bekasi kerap melakukan kegiatan derma, kopi darat (kopdar) yang merupakan program rutin antar pengurus dan membernya untuk saling berbagi informasi seputar Sejarah Budaya Betawi. Hal itu terlihat saat puluhan member Kite Bekasi berkunjung ke situs sejarah rumah panggung Saung Ranggon Cikedokan di Desa Cikedokan, Cikarang, Kab. Bekasi, Sabtu (25/07/20).

Disampaikan oleh Ketua Kite Bekasi, Rohman bahwa komunitas ini dibentuk sebagai wadah pemersatu warga Bekasi baik pribumi, pendatang yang sudah lama menetap di Bekasi. Berbagai kegiatan kerap dilakukan mulai dari bakti sosial hingga pengenalan sejarah budaya Betawi kepada member-membernya.

“Kami memiliki komitmen bahwa Kite Bekasi mampu menjadi wadah pemersatu warga Bekasi yang memiliki rasa cinta dan mau mengerti akan keanekaragaman serta sejarah di wilayah kita. Dengan mengenal sejarah tentu akan menumbuhkan rasa cinta kita kepada Bekasi – Betawi,” jelasnya.

Rohman menerangkan bahwa agenda kunjungan ke rumah panggung Saung Ranggon Cikedokan ini bisa menjadi ajang promosi wisata sejarah Bekasi dan juga mengenalkan kepada membernya terutama anak-anak.

“Situs (Saung Ranggon Cikedokan.red) ini luar biasa jika kita mau menggali dari narasumbernya, kita bisa liat bagaimana nenek moyang kita membangun rumah tanpa mengganggu alat modern seperti sekarang ini, hanya bermodal kayu-kayu yang disusun sedemikian rupa membentuk rumah panggung. Tapi nyatanya memiliki kekuatan yang tak kalah dengan pondasi beton rumah modern saat ini,” lanjutnya.

Kegiatan yang dimulai dari alun-alun Kota Bekasi dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat ini cukup sukses. Meski cukup melelahkan, hal itu terbayar lunas dengan melihat lingkungan Saung Ranggon Cikedokan yang masih asri, alami dan sejuk dengan dikelilingi perkampungan penduduk yang sepi.

Nyok kite lestarikan budaya Betawi, kalo bukan kite siape lagi. Jangan sampe anak cucu kite bute akan sejarah Bekasi,” ucap Rohman.

Liputan: Tim

Komentar

Berita Terkait