Persaingan dan Strategi Koneksi Internet Berkecepatan Tinggi, XL Satu Fiber

Penyedia broadband berusaha meningkatkan jumlah koneksi Internet rumah tangga untuk berkolaborasi dengan layanan video-on-demand.

  • Penyedia jaringan internet broadband berinovasi untuk menarik pelanggan baru.
  • Link Net memperluas Internet home-passed dan bermitra dengan platform video on demand.
  • XL Axiata meluncurkan layanan gabungan XL Satu Fiber.

Banyak penyedia layanan Internet broadband telah memperkenalkan berbagai produk dan layanan baru untuk menarik pelanggan baru. Mereka tidak mau melewatkan momentum yang diciptakan oleh peningkatan pengguna internet selama pandemi Covid-19 yang meningkat 16 persen, menurut data We Are Social-Hootsuite.

Pada 22 Februari 2021, petugas melakukan perawatan jaringan internet di Perumahan Pondok Karya Jakarta.
Pada 22 Februari 2021, petugas melakukan perawatan jaringan internet di Perumahan Pondok Karya Jakarta.

Santiwati Basuki, Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk, menyatakan penetrasi internet broadband di Indonesia baru mencapai 12%, angka yang rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang sudah melebihi 30%. Dia mengantisipasi mengakuisisi setidaknya 71.000 pelanggan baru tahun ini. Link Net menambahkan 20.000 pelanggan baru pada kuartal pertama tahun 2021.

Untuk mencapai tujuan ini, salah satu strategi adalah memperluas jaringan dengan meningkatkan jumlah rumah yang terhubung ke Internet atau yang home-passed. “Kami memperoleh 49.900 home-passed. Tahun ini kami berniat memperluas jaringan minimal 150 ribu rumah” kata Santi kemarin.

Link Net, menurut Santi, telah mengembangkan jaringan Java Backbone yang menghubungkan 45 kota di Pulau Jawa Indonesia. Saat ini Link Net beroperasi di 23 kota, tiga di antaranya berlokasi di Batam, Bali, dan Medan. Menurut Santi, target perusahaan tahun ini adalah mengembangkan lima kota; kota-kota lainnya akan dikembangkan secara bertahap selama tiga sampai empat tahun ke depan.

Selain itu, Link Net meningkatkan produk. Perusahaan ini menawarkan lebih dari sekedar layanan Internet; ia juga menawarkan paket konten televisi dan berkolaborasi dengan platform video on demand. Selain itu, Link Net meluncurkan aplikasi yang memungkinkan pelanggan mengakses konten dari berbagai platform video-on-demand. "Ini menghilangkan kebutuhan pelanggan untuk mengunduh banyak aplikasi video on demand, melainkan mereka dapat menonton dari satu aplikasi," jelas Santi.

29 September 2020 ilustrasi penggunaan layanan hiburan di sektor Video on Demand (VoD).
29 September 2020 ilustrasi penggunaan layanan hiburan di sektor Video on Demand (VoD).

Dengan menggabungkan layanan serat optik XL Home dengan layanan seluler XL Prabayar, PT XL Axiata Tbk berinovasi. Abhijit Navalekar, Chief Commercial Officer divisi Home and Enterprise XL Axiata, mengatakan produk yang diberi nama XL Satu Fiber ini diluncurkan untuk menjawab permintaan yang meningkat akan layanan telekomunikasi dan data berkualitas tinggi baik di dalam maupun di luar rumah. “Produk ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan pelanggan XL,” ujarnya.

Pada Desember 2018, XL Home diluncurkan. Menurut Abhijit, jumlah home-passed meningkat 100% pada tahun lalu menjadi 540 ribu. XL Satu Fiber hanya tersedia di Jabodetabek, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Banjarbaru, Medan, Palembang, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo karena jaringan layanannya yang berbasis serat optik. Saat ini, produk baru XL telah dibeli lebih dari 110 ribu rumah tangga.

Menurut Abhijit, saat ini tersedia lima paket XL Satu Fiber dengan harga Rp 274.000 hingga Rp 999 ribu. Setiap paket termasuk akses ke berbagai penawaran video on demand selain saluran televisi nasional.

Danrivanto Budhijanto, juru bicara Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), menyatakan pelaku usaha harus berinovasi agar bisa bertahan. Sementara industri ini mempertahankan pangsa pasar yang cukup besar, tanpa inovasi, layanan yang ditawarkan dapat terkikis. “Seperti yang terjadi sebelumnya, BlackBerry Messenger dan pager menghilang,” jelasnya.

Di Jakarta, pusat pemantauan jaringan XL Axiata.

Menurut Kristiono, pengamat telekomunikasi, masuknya pemain baru akan mempercepat penetrasi layanan internet home broadband di Indonesia yang saat ini terkonsentrasi di kota-kota besar. Ia mencontohkan ICONNET sebagai contoh produk anak usaha PT PLN (Persero) yang menawarkan akses internet murah tanpa televisi. "Ini akan mempercepat penetrasi ke kabupaten atau kota," kata mantan Ketua Umum Mastel itu.

ICONNET diluncurkan bulan ini oleh anak perusahaan PLN, PT Indonesia Comnets PLus (ICON+). Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyatakan bahwa kehadiran ICONNET dimaksudkan untuk memberikan tidak hanya layanan Internet broadband yang andal dan terjangkau, tetapi juga unlimited. “PLN akan membangun jaringan listrik yang akan terkoneksi dengan internet. Dimana ada listrik, ICONNET hadir”' tegasnya.