PLN Kabupaten Karawang Tanggapi Keluhan Warga Soal Tagihan Listrik Terlalu Tinggi

Pada Mei 2020, PLN di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menerima laporan atau keluhan dari pelanggan terkait kenaikan tagihan listriknya.

PLN Kabupaten Karawang Tanggapi Keluhan Warga Soal Tagihan Listrik Terlalu TinggiYusuf Suyono, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (U3) PLN Karawang, mengatakan di Karawang, Kamis, hanya 96 pelanggan yang melaporkan adanya kenaikan tagihan listriknya.

“Ada pelanggan yang melapor langsung ke kantor, ada yang melapor langsung ke media sosial PLN Karawang,” jelasnya.

Tagihan listrik telah meningkat secara signifikan bagi pelanggan yang terus menggunakan meteran listrik tradisional. Pelanggan yang menggunakan pengukur token tidak memiliki tagihan listrik yang membengkak.

Yusuf membantah kenaikan tagihan listrik pelanggan pada Juni karena nomor meteran yang "ditembak". “Itu terjadi bukan karena petugas memotret nomor loket meteran saat melakukan pendaftaran nomor meteran," terangnya.

Dia menjelaskan, tagihan listrik pelanggan meningkat karena petugas tidak datang ke lokasi saat terjadi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Jadi, tagihan listrik dihitung menggunakan rata-rata pemakaian listrik tiga bulan sebelumnya.

Ia mengatakan, pihaknya terus menjelaskan kepada nasabah tentang kronologis kenaikan atau pembengkakan tagihan. “Hingga saat ini nasabah sudah paham dan mau membayar sesuai tagihan,” jelas Yusuf.

Sementara saat pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo memberikan listrik gratis kepada 542.926 pelanggan PLN Karawang. Sedangkan 55.170 nasabah mendapat diskon 50%.