Polisi di Pelalawan Tingkatkan Keamanan di Wilayah Perairan

Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan tetap berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Pelalawan. Ini dibuktikan dengan berhasilnya penuntutan 56 kasus narkoba dari Januari hingga April 2021.

Hal tersebut disampaikan kepada Riau Pos pada Selasa (27/4) oleh Kapolsek Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIk, didampingi Kadis Narkotika Iptu, Gus Purwantoro.

Menurut Kapolres, Satuan Reserse Narkoba (Satresnar) Polres Pelalawan dan aparat kepolisian menangkap dan mengamankan 67 tersangka pengedar, bandar judi, dan pengawas narkoba di jaringan Lapas, serta berbagai jenis sabu-sabu dan daun ganja kering.

“Dalam hampir empat bulan pada 2021 (Januari-April, red), kami berhasil mengadili 56 kasus narkoba yang melibatkan 67 tersangka di wilayah hukum Kabupaten Pelalawan. Sedangkan pada 2020 ada 116 kasus narkoba yang melibatkan 144 tersangka,” jelasnya.

Menurutnya, aparat Polsek Pelalawan dan Polsek sangat berkomitmen untuk memonitor peredaran narkoba di Negeri Seiya Sekata. Terutama di daerah sensitif seperti perairan di sekitar kabupaten Teluk Meranti dan Kuala Kampar.

Bersamaan dengan peningkatan patroli melalui tim Satpolair, Satresnar, dan Polsek, pihaknya merangkul dan bekerja sama dengan nelayan di perairan. Dimana nelayan dinasehati dan dididik tentang bagaimana cara melaporkan dan menghubungi petugas jika melihat seseorang yang diduga membawa narkotika. Sehingga bisa segera dilanjutkan dengan penangkapan.

“Kami berkomitmen untuk memerangi penyalahgunaan NAPZA, baik sebagai pengguna, kurir, atau pengedar, serta menjaga kendali atas jaringan Lapas. Intinya, pemberantasan narkoba menjadi prioritas utama Polres Pelalawan, ” tandasnya.

Ia menambahkan, pihaknya berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan guna menggiatkan upaya pemberantasan narkoba (Pemkab). Terutama bantuan kendaraan operasional dan juga pertimbangan anggaran. Alasannya, pemberantasan narkoba merupakan upaya yang mahal. Selain itu, 50% dari anggaran yang tersedia telah digunakan.

“Kami khawatir anggaran yang tersedia tidak mencukupi hingga akhir tahun. Oleh karena itu, kami mengantisipasi dukungan berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah di Negeri Amanah ini. Dengan demikian, pengelolaan pemberantasan narkoba bisa lebih ditingkatkan. Intinya, komitmen kami untuk memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Pelalawan tetap kami jaga, “pungkasnya.

Tags