Seorang gadis di sukabumi di makamkan dengan protap copid 19

Selasa (28/4/2020), seorang gadis remaja berusia 18 tahun asal Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia dan dimakamkan dengan prosedur COVID-19. Pemakaman gadis itu dilakukan tanpa insiden dan dihadiri oleh AKP Usep Nurdin, Kapolsek Jampang Tengah, Muspika Kabupaten Jampangtengah, dan Harun Alrasyid, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Petugas yang menangani protokol pemakaman berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak. Berdasarkan hasil tes cepat, gadis itu dinyatakan positif COVID-19. Namun pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Sekarwangi mengungkapkan bahwa ia meninggal karena penyakit penyerta.

“Berdasarkan hasil rontgen dan USG RSUD Sekarwangi, korban meninggal akibat penyakit penyerta. Sederhananya, korban dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test” Risdi Pramesta selaku Kepala Balai. Satgas COVID-19 Kecamatan Jampangtengah, ungkap.

Pukul 06.00 WIB, gadis itu dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak. Risdi menjelaskan, remaja itu meninggal karena sebab lain, di antaranya paru-paru tenggelam, komplikasi penyakit lambung, dan lima penyakit lainnya.

“Memang ini kejadian yang luar biasa di kawasan Kecamatan Jampangtengah. Meski demikian, saya mengimbau warga dan keluarga korban untuk tidak takut atau cemas. Karena ini sebagai tindakan pencegahan, sesuai dengan prosedur operasi standar penanganan Covid. 19, Kata Risdi.

Pihaknya dan Dinas Kesehatan kemudian berkunjung ke rumah duka untuk mendidik masyarakat tentang COVID-19. Mereka menjelaskan kepada warga bahwa pemakaman hanya sebagai antisipasi, karena pasien tersebut tidak dapat dites positif COVID-19 hanya berdasarkan hasil tes cepat. Bagaimanapun, itu harus didasarkan pada pemeriksaan visual dari sampel usap.

“Selain itu, pasien ini memiliki riwayat pengobatan yang panjang di Puskesmas dan sejumlah RSUD di Sukabumi,” jelas Risdi.

Sempat ditolak Keluarga

Sementara itu, menurut Kapolsek Jampangtengah AKP Usep Nurdin, pihak keluarga menolak menggunakan protokol COVID-19 untuk pemakaman putri mereka. Ia dan Muspika Kecamatan Jampang Tengah saat itu tengah menjalin komunikasi yang intens, sampai pihak keluarga mengizinkan.

“Warga telah menerima keputusan tersebut dan tidak keberatan jenazah dikuburkan sesuai dengan protokol COVID-19. Alhamdulillah, pemakaman dilakukan dengan aman dan bermartabat,” kata Usep.

Untuk berjaga-jaga terhadap kejadian yang tidak diinginkan, saat ini Polsek Jampangtengah tengah memantau warga sekitar agar tidak mudah terprovokasi atau tertipu hingga meyakini hoax seputar merebaknya kasus COVID-19.

“Seluruh jajaran Polsek Jampangtengah terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan mengarahkan dan menyampaikan informasi tentang wabah COVID-19,” kata Usep.

Tags