oleh

Seorang Gadis di Sukabumi di Makamkan Dengan Protap COPID-19

-Ragam-313 views

WARTA SUKABUMI – Seorang gadis remaja berusia 18 tahun asal Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dan dimakamkan dengan protap COVID-19, Selasa (28/4/2020). Proses pemakaman gadis tersebut berjalan lancar dan dihadiri Kapolsek Jampang Tengah AKP Usep Nurdin, Muspika Kecamatan Jampangtengah, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid.

Petugas protokoler pemakaman itu dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak. Gadis tersebut dinyatakan positif COVID-19 hasil pemeriksaan rapid test. Namun hasil pemeriksaan medis di RSUD Sekarwangi, ia meninggal karena penyakit penyerta.

“Sesuai dengan hasil rontgen dan USG RSUD Sekarwangi, korban itu meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Hanya saja, berdasarkan hasil rapid test, korban dinyatakan positif COVID-19,” kata Ketua tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Kecamatan Jampangtengah, Risdi Pramesta

Gadis tersebut dinyatakan meninggal dunia di RSUD Sekarwangi Cibadak pada pukul 06.00 WIB. Risdi menjelaskan remaja itu meninggal karena penyebab penyakit lainnya, yaitu terendamnya paru, kemudian komplikasi dengan penyakit lambung dan terdata lima penyakit lainnya.

“Memang ini kejadian luar biasa yang terjadi di wilayah Kecamatan Jampangtengah. Meskipun demikian, saya meminta kepada warga dan keluarga korban agar tidak perlu resah dan takut. Karena ini sifatnya jaga-jaga, untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan sesuai dengan SOP penanganan Covid 19,” ujar Risdi.

Pihaknya dan Dinas Kesehatan kemudian melayat ke rumah duka serta memberikan sosialisasi soal COVID-19. Kepada warga, mereka menjelaskan pemakaman hanya bersifat antisipasi, karena secara umum pasien tersebut belum bisa dinyatakan positif COVID-19 melalui data hasil rapid test saja. Namun, harus berdasarkan pemeriksaan dari sample swab.

“Terlebih lagi memang pasien tersebut memiliki riwayat panjang perawatan medis baik di Puskesmas maupun di sejumlah rumah sakit daerah yang ada di Sukabumi,” kata Risdi.

Sempat Ditolak Keluarga

Sementara itu, Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin keluarga sempat menolak pemakaman putri mereka menggunakan portokol COVID-19. Saat itu, ia dan Muspika Kecamatan Jampang Tengah melakukan komunikasi intens sampai akhirnya keluarga mengizinkan.

 

Komentar

Berita Terkait