oleh

Terpilihnya H.Deden Sebagai Ketua Gapensi Menjadi Polemik Internal

-Karawang-139 views

KARAWANG – Setelah dilantiknya H.Deden Permana sebagai Ketua Gapensi (Gabungan Pengusaha Kontruksi) Kabupaten Karawang yang baru, justru hal tersebut menuai polemik di internal pengurus Gapensi Karawang.

Pasalnya, H.Tatas Kusnaedi selaku Ketua Gapensi Karawang sebelumnya merasa terdzolimi atas penunjukan Deden sebagai Ketua Gapensi yang baru. Karena mekanisme pemilihan tersebut dianggap cacat hukum dan diduga ada tindakan pidana penipuan.

Tatas mengaku merasa dibohongi oleh ke-empat panitia Muscab (Musyawarah Cabang) yang digelar di Rumah makan Lebak Sari Indah Karawang beberapa hari yang lalu.

Karena Tatas mengaku, bahwa dirinya telah mendaftarkan diri bahkan juga telah memberikan uang pendaftaran sejumlah 15 Juta Rupiah kepada panitia penyelenggara Muscab tersebut.

Disampaikan juga oleh Tatas, apa yang telah Ia berikan berupa berkas pendaftaran dirinya secara lengkap kepada panitia, namun Ia merasa keempat orang panitia muscab tidak pernah melakukan konfirmasi apapun saat verifikasi atas segala persyaratan yang Ia berikan kepada panitia.

Sebagai warga negara yang baik, Tatas menegaskan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, dengan membuka laporan yang disertai alat bukti yang kuat dan lengkap ke Polres Karawang.

“Maka dari rentetan yang saya tuduhkan kepada mereka itu, saya akan mencari keadilan dengan cara mengadukan mereka (Panitia Muscab) kepada Alat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Polres Karawang, ini merupakan jalan satu – satunya untuk menunjukan bahwa saya adalah warga negara yang baik,”ucap Tatas.

Namun, kata Tatas, saat persidangan III muscab yang berisi materi pemilihan Ketua, ke-empat orang panitia dan anggotanya saat itu telah menyampaikan Daftar Calon Ketua (DCK) yang terdiri dari 2 (dua) orang, yaitu Tatas Kusnaedi dan Deden Permana. Namun, anehnya pada saat pelaksanaan, Pimpinan Sidang dengan tiba-tiba menyatakan Diskualifikasi atas nama Tatas Kusnaedi, tanpa verifikasi yang jujur dan obyektif, serta tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya.

“Ini sangat jelas sekali, saat itu panitia muscab telah melakukan pendzholiman terhadap diri saya. Saya rasa mereka saat itu telah melakukan tindak pidana penipuan, tindak pidana perusakan dan pencemaran (diskreditasi) nama baik saya secara terbuka dan liar yang dilakukan oleh ke-empat panitia muscab Gapensi Karawang. Dengan peristiwa itulah, saya mengadukan mereka ke polisi pada Sabtu, 26 Desember 2020 kemarin” tegas Tatas.

Penulis : Opik

Komentar

Berita Terkait